Di tengah kemajuan infrastruktur dan layanan publik, pemerataan akses kesehatan di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Beberapa kota dan wilayah terpencil menghadapi keterbatasan fasilitas kesehatan, minimnya tenaga medis, serta akses yang sulit dijangkau.
Beberapa mahjong ways kota yang tercatat memiliki bantuan medis paling minim antara lain:
Oksibil (Papua Pegunungan)
Kota ini berada di wilayah pegunungan dengan akses transportasi terbatas. Banyak warga harus menempuh perjalanan berjam-jam bahkan berhari-hari untuk mencapai puskesmas terdekat.
Enarotali (Papua Tengah)
Kekurangan dokter dan tenaga medis menjadi masalah utama. Distribusi obat-obatan sering terhambat karena medan yang sulit dilalui.
Melonguane (Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara)
Letaknya di perbatasan membuat pengiriman bantuan medis membutuhkan waktu lama, apalagi saat cuaca buruk.
Waibakul (Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur)
Fasilitas kesehatan masih terbatas, dan tenaga medis sering harus merangkap beberapa tugas sekaligus.
Tobelo (Halmahera Utara, Maluku Utara)
Walaupun menjadi pusat kabupaten, beberapa desa di sekitarnya sulit dijangkau sehingga pelayanan kesehatan tidak merata.
Keterbatasan ini membuat masyarakat di kota-kota tersebut bergantung pada program kesehatan keliling, tenaga medis sukarelawan, dan dukungan pemerintah pusat. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan perbaikan infrastruktur, penambahan tenaga kesehatan, serta distribusi obat yang lebih cepat dan terkoordinasi.